Ziarah ke makam Abu Daud Lueng Angen - Selepas kami berziarah ke makam Abu Tanoh Mirah petang Senin, 10 Oktober 2022, kami melanjutkan perjalanan menuju Dayah Darul Huda Lueng Angen Kec. Langkahan, Kabupaten Aceh Utara untuk berziarah ke makam Abu Muhammad Daud Ahmad (Abu Daud Lueng Angen).
Sedikit biografi Abu Daud Lueng Angen:
Abu Daud Lueng Angen lahir pada bulan Maret 1941 di Desa Meunasah Leubok, Lhok Nibong, Aceh Timur. Beliau merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara dari Tgk. Ahmad bin Abdul Latif dan Dhien.
Cucu Abuya Muda Waly Ziarah ke Makam Abu Lueng Angen
Pada tahun 1954, Abu Muhammad Daud mulai belajar di SR (Sekolah Rendah) Lhoknibong. Sekolah ini dibakar oleh orang yang tak bertanggung jawab pada bulan Ramadhan tahun 1954 saat konflik DI/TII. Setelah kejadian tersebut masyarakat Lhok Nibong memprakasai memprakarsai pendirian SRI (Sekolah Rendah Islam) sebagai pengganti sekolah yang telah terbakar dan Abu Muhammad Daud pun dapat kembali bersekolah. Akhirnya beliau hanya belajar kurang dari setahun di sekolah ini.
Pada tahun 1956, Abu Daud Lueng Angen pertama kali mondok di Dayah Bustanul Huda, Panteue Breuh - Aceh Utara yang dipimpin oleh Teungku Abdul Ghani (Teungku di Aceh).
Di dayah ini beliau mendapatkan kajian ilmu yang sudah lama dicita-citakan ditambah dengan suasana yang kondusif dari letusan senjata konflik DI/TII dengan pemerintah RI.
Makam Abu Muhammad Daud di Komplek Dayah Darul Huda Lueng Angen
Dua tahun kemudian, beliau dan para santri harus mengungsi ke Gampong Tanjong Ara, Paya Naden, Aceh Timur dengan arahan guru mereka Teungku Abdul Ghani (Teungku di Aceh) karena pemberontakan DI/TII kembali meletus. Mereka mengungsi supaya belajar-mengajar tidak terputus.
Pada bulan Desember tahun 1960, Abu Muhammad Daud meminta izin kepada gurunya dan bertekat bulat menuju Samalanga sebagai tempat pendidikan yang menjanjikan.
Dayah yang beliau tuju adalah Dayah Ma’hadal ‘Ulum Diniyyah Islamiyyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga yang dipimpin oleh Abu Abdul Aziz (Abon Aziz Samalanga) kala itu.
Baca Juga: Cucu Abuya Muda Waly dan Dewan Guru Darussalam Ziarah Ke Makam Abon Aziz Samalanga
Berbekal ilmu yang didapatkan di Dayah Bustanul Huda di Panteue Breueh maka dapat langsung duduk di kelas empat. Diantara guru beliau di MUDI adalah Tu Din (Teungku Zainal Abidin Syihabuddin), Teungku M. Kasem TB (Alm. adalah pimpinan Dayah Darul Istiqamah, Bireuen), Teungku Usman Kuta Krueng (sekarang pimpinan Dayah Darul Munawwarah, Pidie), dan tentunya Abon Samalanga sendiri. Abu Muhammad Daud menetap disana selama sepuluh tahun.
Sepulang dari MUDI, Abu Muhammad Daud memimpin Dayah Lueng Angen. Wajah tasmiah (indikator penamaan) dayah tersebut adalah dahulu terdapat sebuah Lueng (parit/sungai kecil) mati disamping dayah itu; yang ditumbuhi pohon rumbia, sehingga sering terdengar suara daun pohon rumbia yang dihempas angin.
Abu Muhammad Daud terkenal kedisiplinannya dalam berbagai hal saat berada di MUDI sehingga Abon Aziz Samalanga mempercayakan semua peraturan pada tangan abu lueng angen. Beliau pun berhasil menerapkan peraturan yang ketat di pesantrennya. Meskipun Dayah Lueng Angen terkenal dengan peraturan yang ketat, tetap banyak diminati oleh pengembara ilmu di aceh dan luar Aceh.
Almarhum Abu Alue Bilie yang merupakan salah satu guru di dayah tersebut pernah mengatakan:
"Karamah Dayah Lueng Angen dengan peraturan”
Abu Muhammad Daud dikenal ahli dalam bidang Fiqh dan Qiraah Sab’ah(tujuh macam cara membaca Al-Qur'an).
Abu Muhammad Daud berpulang ke Rahmatullah dalam usia 81 tahun pada hari Ahad, 19 Juni 2022 di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Dokumentasi Ziarah Ke Makam Abu Lueng Angen
0 Komentar